Menjaga Marwah, Merajut Tradisi: Paparan Ketua Umum LBB Tangsel dalam Gebyar Tradisi Betawi Ciputat Timur

 


Menjaga Marwah di Kota Modern: Sinergi LBB Tangsel dan Pemangku Kepentingan Ciputat Timur dalam Gebyar Tradisi Betawi

Tangerang Selatan sering kali dicitrakan sebagai kota satelit yang modern, penuh dengan pusat perbelanjaan megah, hunian mewah, dan deretan gedung perkantoran. Namun, di balik gemerlap beton tersebut, denyut nadi budaya asli masih berdetak kencang. Adalah budaya Betawi, akar sejarah yang tidak boleh tercabut oleh arus urbanisasi. Dalam upaya menjaga warisan leluhur tersebut, Ketua Umum Lembaga Budaya Betawi (LBB) Kota Tangerang Selatan melakukan langkah strategis yang patut diapresiasi: menggalang kekuatan bersama jajaran pimpinan di Kecamatan Ciputat Timur.

Baru-baru ini, sebuah pertemuan penting digelar. Pertemuan ini bukan sekadar diskusi formal di balik meja, melainkan sebuah pernyataan sikap kolektif untuk melestarikan identitas daerah. Bertempat di kantor Kecamatan Ciputat Timur, Ketua Umum LBB Tangsel memaparkan rangkaian rencana besar bertajuk "Gebyar Tradisi Betawi Kota Tangerang Selatan". Acara ini dihadiri langsung oleh Camat Ciputat Timur, Sekretaris Kecamatan (Sekcam), serta para Lurah dari seluruh wilayah Kecamatan Ciputat Timur.

Visi Besar di Balik Gebyar Tradisi

Ketua Umum LBB Tangsel menekankan bahwa kebudayaan bukanlah sekadar peninggalan masa lalu yang disimpan di museum. Budaya adalah entitas yang hidup, yang harus dirasakan kehadirannya dalam keseharian masyarakat, terutama generasi muda. "Kita tidak ingin anak cucu kita di Tangsel hanya mengenal Betawi dari buku sejarah atau layar televisi. Mereka harus merasakan hangatnya silaturahmi, gagahnya jurus silat, dan nikmatnya kuliner kita langsung di tanah kelahiran mereka," tegas beliau dalam paparannya.

Gebyar Tradisi Betawi ini dirancang untuk menjadi "rumah besar" bagi seluruh elemen masyarakat. Tujuannya jelas: menguatkan jati diri, memupuk kebersamaan, dan tentu saja, mempromosikan potensi wisata budaya Tangerang Selatan kepada khalayak luas.

Sinergi Tanpa Sekat: Peran Camat, Sekcam, dan Para Lurah

Keberhasilan sebuah acara besar tentu tidak lepas dari dukungan birokrasi dan kewilayahan. Kehadiran Camat Ciputat Timur beserta jajarannya memberikan sinyal positif bahwa pemerintah kota hadir dalam upaya pelestarian budaya. Camat Ciputat Timur menyambut baik inisiatif ini, menyadari bahwa Kecamatan Ciputat Timur memiliki basis massa dan komunitas Betawi yang sangat kuat.

Sinergi ini terlihat dari bagaimana setiap Lurah di Ciputat Timur berkomitmen untuk memobilisasi warga dan komunitas seni di wilayah masing-masing. Peran Sekretaris Kecamatan (Sekcam) juga tak kalah krusial dalam mengoordinasikan teknis pelaksanaan agar berjalan selaras dengan program pembangunan kecamatan. Hubungan harmonis antara LBB sebagai lembaga adat dan perangkat kecamatan sebagai representasi pemerintah adalah kunci utama keberhasilan "Gebyar Tradisi Betawi" ini.

FESTIVAL GEBYAR BUDAYA BETAWI KOTA TANGERANG SELATAN 2026


Membedah Kemeriahan Gebyar Tradisi Betawi

Dalam paparan tersebut, Ketua Umum LBB Tangsel merinci rangkaian kegiatan yang akan menghiasi Gebyar Tradisi Betawi. Acara ini direncanakan sebagai festival multi-aspek yang menyentuh berbagai lapisan kehidupan:

1. Parade Jawara dan Main Pukulan Salah satu ikon budaya Betawi adalah silat atau "Main Pukulan". Dalam Gebyar ini, para jawara dari berbagai sanggar di Tangerang Selatan akan berkumpul. Tidak hanya sekadar unjuk kekuatan, namun juga memamerkan keindahan jurus dan filosofi di balik setiap gerakan. Ini adalah bentuk penghormatan kepada para leluhur yang dahulu menggunakan silat sebagai sarana bela negara.

2. Panggung Seni dan Budaya LBB Tangsel memastikan panggung utama akan terus bergemuruh dengan suara Gambang Kromong, indahnya Tari Sirih Kuning, serta canda tawa yang mengocok perut dari pertunjukan Lenong Betawi. Kesenian ini merupakan alat komunikasi sosial yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan persatuan.

3. Bazaar Kuliner Nusantara Khas Betawi Siapa yang bisa menolak godaan Kerak Telor yang gurih, Bir Pletok yang menghangatkan, atau Dodol Betawi yang manis legit? Gebyar ini akan menyediakan ruang luas bagi UMKM lokal untuk menjajakan kuliner khas. Hal ini sejalan dengan upaya meningkatkan ekonomi kerakyatan berbasis budaya.

4. Napak Tilas dan Edukasi Tradisi Bagi generasi milenial dan Gen Z, akan disediakan stan khusus yang menjelaskan asal-usul ornamen Betawi, seperti Gigi Balang pada bangunan, hingga filosofi pakaian adat. Edukasi ini penting agar pemahaman budaya tidak berhenti pada permukaan saja.

Ciputat Timur sebagai Episentrum Kebudayaan

Pemilihan Kecamatan Ciputat Timur sebagai lokasi koordinasi dan pelaksanaan bukan tanpa alasan. Wilayah ini dikenal memiliki karakteristik masyarakat yang masih memegang teguh adat istiadat "guyub". Dengan dukungan penuh dari para Lurah se-Ciputat Timur, diharapkan setiap sudut kelurahan akan merasakan dampak positif dari kegiatan ini.

Pertemuan tersebut juga membahas aspek logistik dan keamanan. Bagaimana arus lalu lintas diatur, bagaimana kebersihan lokasi dijaga, hingga bagaimana memastikan protokol kenyamanan bagi pengunjung. Ketua Umum LBB Tangsel sangat detail dalam menjelaskan bahwa kenyamanan pengunjung adalah cerminan dari keramah-tamahan (hospitality) orang Betawi yang sesungguhnya.

Menggerakkan Ekonomi dan Pariwisata Lokal

Selain aspek pelestarian, Gebyar Tradisi Betawi juga membawa misi ekonomi. Dengan ribuan orang yang diprediksi akan hadir, perputaran uang di sektor kuliner, kerajinan tangan, dan jasa akan sangat tinggi. Ini adalah bentuk konkret bagaimana budaya bisa menjadi penggerak kesejahteraan warga.

Camat Ciputat Timur dalam tanggapannya menekankan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan indeks kebahagiaan warga. "Masyarakat butuh hiburan yang sehat dan mendidik. Gebyar ini adalah jawabannya. Kami di tingkat kecamatan dan kelurahan siap mendukung penuh secara moril maupun bantuan koordinasi di lapangan," ujarnya.

Harapan dan Langkah Ke Depan

Pemaparan yang dilakukan oleh Ketua Umum LBB Kota Tangerang Selatan ini baru merupakan awal dari sebuah perjalanan besar. Tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga konsistensi. Harapannya, Gebyar Tradisi Betawi tidak hanya menjadi acara seremonial sekali setahun, tetapi menjadi pemantik bagi sanggar-sanggar budaya untuk terus berlatih dan berkembang setiap harinya.

LBB Tangsel juga berencana untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tetap dalam kalender pariwisata Kota Tangerang Selatan. Dengan kolaborasi yang solid antara LBB, Camat, Sekcam, dan Lurah, mimpi menjadikan Ciputat Timur—dan Tangsel secara umum—sebagai destinasi wisata budaya Betawi yang unggul bukanlah hal yang mustahil.

Penutup: Budaya Adalah Identitas

Sebagai penutup, kita harus menyadari bahwa kota yang besar bukan hanya dilihat dari tinggi bangunannya, melainkan dari seberapa besar masyarakatnya menghargai jati diri mereka. Upaya Ketua Umum LBB Tangsel dalam merangkul birokrasi di Ciputat Timur adalah langkah cerdas dan rendah hati. Ini adalah teladan bahwa untuk menjaga tradisi, kita tidak bisa berjalan sendiri. Perlu tangan-tangan dari pemerintah, tokoh masyarakat, dan dukungan seluruh warga.

Mari kita nantikan kemeriahan Gebyar Tradisi Betawi Kota Tangerang Selatan. Mari kita saksikan bagaimana silat, tarian, dan aroma sedap masakan Betawi memenuhi udara Ciputat Timur, mengingatkan kita semua bahwa di bawah langit Tangsel, tradisi Betawi akan selalu abadi.

Kagak ada matinya, Betawi di Tangerang Selatan!

Gebyar Tradisi Betawi Kota Tangerang Selatan

  • Waktu: Sabtu - Minggu, 09-10 Mei 2026.

  • Lokasi: Lapangan Kelurahan Rempoa, Kec. Ciputat Timur.