SEJARAH LEMBAGA BUDAYA BETAWI KOTA TANGERANG SELATAN
- BINA bermakna MEMBINA
- KEMBANG bermakna MENGEMBANGKAN
- LESTARI bermakna MELESTARIKAN
- Padi Berjumlah 26 butir mencerminkan Kota Tangerang Selatan secara resmi terbentuk pada tanggal 26.
- Bunga Kapas Berjumlah 11 mencerminkan Kota Tangerang Selatan secara resmi terbentuk pada bulan 11 atau bulan November.
- Ikatan atau symbol berjumlah 8 mencerminkan kota tangerang selatan secara resmi terbentuk pada tahun 2008.
- Gigi Balang : Melambangkan bahwa hidup harus selalu jujur, rajin, ulet dan sabar, karena belalang hanya biasa mematahkan kayu jika dikerjakan secara terus menerus dan biasanya dalam tempo waktu yang dapat dikategorikan lama, namun secara keseluruhan bisa bermakna “pertahanan yang kuat”
- Tujuh buah gigi balang melambangkan adanya tujuh wilayah kecamatan saat terbentuknya Lembaga Budaya Betawi (LBB – TANGSEL) yaitu Kecamatan Pondok Aren, Kecamatan Ciputat, Kecamatan Ciputat Timur, Kecamatan Pamulang, Kecamatan Serpong, Kecamatan Serpong Utara, dan Kecamatan Setu yang kesemuanya bertekad untuk membina, mengembangkan dan melestarikan budaya betawi di kota tangerang selatan.
- BINA : Memiliki arti MEMBINA potensi-potensi masyarakat betawi Kota Tangerang Selatan di dalam Seni dan Budaya Betawi.
- KEMBANG : Memiliki arti MENGEMBANGKAN Seni Budaya Betawi yang hampir punah ditelan masa karena minimnya pelaku atau seniman yang mempasilitasi pengembangan Seni Budaya Betawi di Kota Tangerang Selatan.
- LESTARI : Memiliki arti MELESTARIKAN dan mempertahankan Seni dan Budaya Betawi sebagai cerminan kepribadian bangsa khususnya masyrakat Kota Tangerang Selatan.
a. b. c. d. e. f. g. | Biru Hijau Kuning Coklat Merah Putih Hitam | : : : : : : : | Melambangkan ketenangan dan kesejukan, mengandung arti kebenaran, damai kecerdasan tinggi, dan bersifat menengahi. Melambangkan alami dan sehat mengandung arti sensitif, toleran, harmonis dan keberuntungan. Melambangkan kehangatan, mengandung arti segar, cepat, jujur, adil dan cerdas. Melambangkan sifat alami adalah warna tanah sebagai symbol dari sifat positif dan stabil. Melambangkan keberanian mengandung arti penuh energy, hidup, cerah, gairah dan kuat. Melambangkan kesucian mengandung arti kebersihan, perlindungan, kenyamanan dan ketentraman. Melambangkan Perlindungan, harga diri mengandung arti mempertahankan dan melestarikan. |
- Menghimpun dan mempersatukan organisasi, yayasan, lembaga, kelompok masyarakat dan segenappotensi masyarakat betawi dalam satu wadah organisasi kemasyarakatan.
- Menggali, membina, mengembangkan, melestarikan, dan memajukan seni budaya betawi serta menyalurkan aspirasi dan kreativitas seni betawi yang ada di kota tangerang Selatan.
- Memperjuangkan kedudukan harkat dan martabat masyarakat betawi sejajar dengan masyarakat lainnya yang telah maju di dunia, tanpa menghilangkan karakteristik masyarak betawi.
- Memelihara dan mengembangkan semangat kesetiakawanan sosial dan mempererat rasa kekeluargaan dan kebersamaan berlandaskan semangat silaturahmi.
- Turut berperan aktif dalam prose pembangunan nasional khususnya pembangunan di Tangerang Selatan dengan mengerahkan segenap potensi masyarakat betawi.
- Mewakili jenis kesenian yang ada di kota Tangerang Selatan.
- Aktivitas kesenian dan budaya betawi di kota Tangerang selatan.
- Pengembangan wawasan dan kreativitas Seniman Betawi Kota Tangerang Selatan
- Membina hubungan terhadap Seniman dan Pelaku Budaya Betawi di Kota Tangerang Selatan
- Membina jaringan organisasi-organisasi kesenian betawi yang ada di kota Tangerang Selatan.
- Lembaga Budaya Betawi Kota Tangerang Selatan Menggerakan anggota untuk menggali, mencari, mengolah, mengembangkan, serta melestarikan kebudayaan betawi.
- Lembaga Budaya Betawi Kota tangerang Selatan Memberikan informasi pengetahuan dan pengalaman tentang kesenian dan budaya betawi.
- Merencanakan, melaksanakan dan mengkoordinasikan bentuk kegiatan Kesenian dan Budaya Betawi di Kota Tangerang Selatan.
- PENDIRI
- PELINDUNG
- PENASEHAT
- PEMBINA
- KETUA UMUM
- WAKIL KETUA I, II DAN III
- SEKRETARIS I DAN II
- BENDAHARA I DAN II
- KOMITE - KOMITE
- KOMITE SENI TEATER BETAWI
- KOMITE SENI SILAT TRADISIONAL BETAWI
- KOMITE SENI TARI BETAWI
- KOMITE SENI MUSIK BETAWI
- KOMITE SENI KULINER BETAWI
- KOMITE SENI KREATIF BETAWI & UKM
- KOMITE MEDIA & PROMOSI
- KOMITE HUBUNGAN ANTAR ORGANISASI
- KOMITE FAISHEN BETAWI
- Menerima Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus
- Musyawarah Lembaga Budaya Betawi Kota Tangerang Selatan adalah Sidang yang diadakan Lembaga Budaya Betawi Kota Tangerang Selatan lima tahun sekali sejak SK pengukuhan.
- Musyawarah Besar Lembaga Budaya Betawi Kota Tangerang Selatan adalah sidang yang diadakan Lembaga Budaya Betawi Kota Tangerang Selatan untuk menghasilkan ketetapan dan keputusan.
![]() |
| FESTIVAL LENONG 2020 |
![]() |
| festivaol lenong betawi 2021 |
![]() |
| festival lenong betawi 2022 |
![]() |
| festival lenong betawi 2023 |
![]() |
| festival kuliner betawi 2024 |
Menerusi Akar, Merawat Warisan
Perjalanan panjang Lembaga Budaya Betawi (LBB) Kota Tangerang Selatan bukanlah sekadar rentetan catatan masa lalu di atas kertas, melainkan rekam jejak perjuangan yang terus hidup dan bernapas. Di tengah pesatnya laju modernisasi di tanah Tangerang Selatan, LBB hadir sebagai benteng kokoh dan rumah yang hangat. Lembaga ini memastikan bahwa akar tradisi—mulai dari gemulai tarian, tegasnya gerak silat, riuhnya palang pintu, hingga kearifan lokal lainnya—tidak pernah tercerabut dari tanah kelahirannya.
Segala capaian dan pelestarian yang telah kita saksikan hari ini adalah buah dari dedikasi tanpa henti para tokoh, seniman, dan masyarakat yang mencintai budayanya. Mereka menyadari bahwa identitas ke-Betawi-an di Tangerang Selatan adalah harmoni yang memperkaya keberagaman kota ini.
Sejarah LBB Kota Tangerang Selatan ditulis bukan hanya untuk dikenang sebagai romantisme masa lalu, melainkan sebagai tongkat estafet. Kini, menjadi tugas kita bersama dan generasi mendatang untuk terus merawat nyala api kebudayaan ini. Mari kita pastikan bahwa warisan luhur ini tidak hanya bertahan, tetapi juga terus mekar dan relevan melintasi zaman.
Pohon kemiri tumbuhnya lebat, Jatuh sebiji di atas batu. Budaya Betawi mari dirawat, Biar lestari sepanjang waktu.
Semoga Lembaga Budaya Betawi Kota Tangerang Selatan terus berjaya, menjadi pelita yang tak pernah padam dalam menjaga marwah dan kebanggaan budaya Betawi di Tanah Anggrek.







.jpg)






